Posts

Showing posts from January, 2022

Januari

Januari sudah berlari Membawa hari-hari yang tak kan mungkin kembali Beragam cerita terangkai mengisi memori Yang mungkin akan tergali di suatu kali Sebagai kenangan yang berarti Ataupun pelajaran yang mengajak untuk tetap berani Terus melangkah di bawah matahari

Coming soon

Di dekat kantor ada satu warung mie yang cukup terkenal atau sebetulnya sangat terkenal di kalangan anak muda. Warung mie ini memang berbeda dengan pada umumnya karena mereka menjual mie sapi.  Rasanya memang oke dan pas dengan cita rasa kebanyakan orang. Mula-mula ketika baru mulai buka, warungnya hanya kecil dan kebanyakan pembeli membawa pulang, tapi kemudian berkembang tempatnya menjadi lebih besar. Setiap kali warung ini buka, selalu penuh dengan pembeli, bahkan ada yang sudah antri sebelum warung buka. Hal ini cukup menjengkelkan pemilik warung karena mereka merasa cukup terganggu ketika belum siap untuk buka sudah ada pembeli yang datang. Ide untuk membuka mie sapi memang cemerlang karena berani berbeda dan mengundang banyak orang untuk mencobanya. Istilah sekarang ide ini anti main stream , karena yang umum ditemui adalah mie ayam baik entah yang dengan gerobak dorongan, di warung pinggir jalan  ataupun di restauran bagus. Hampir tidak ada kursi kosong sejak warung dib...

Daring dan Luring

Tulisan ini dimaksudkan untuk tanggal 10 Januari 2022 Setiap masa punya kekayaan kata-kata yang biasanya sangat populer digunakan. Menurut pengamatan saya, kata-kata populer  muncul sesuai dengan konteks pada masa tersebut. Contohnya kata daring, pada mulanya saya tidak begitu paham maksud kata ini. Kemudian saya menemukan bahwa kata ini adalah padanan dari Bahasa Inggris untuk kata  on-line. Daring kita tahu bersama adalah singkatan dari dalam jaringan sedangkan kebalikan dari on-line yaitu   off-line mempunyai padanan kata    luring singkatan dari luar jaringan.  Setelah dua tahun hampir semua kegiatan harus dilaksanakan secara daring, bersyukur pelan-pelan kita bisa mulai lagi dengan kegiatan secara luring. Termasuk kursus komunikasi sosial yang akan saya koordinir mulai hari ini. Semoga kursus bisa berjalan dengan baik dan materi yang diberikan berguna bagi peserta kursus untuk belajar menjadi seorang  content creator yang mampu menyebarkan kebai...

Jangan Lelah

Selesai pertemuan panitia  melalui zoom untuk membicarakan rencana kegiatan kursus untuk pemandu lingkungan di Paroki, masih terngiang-ngiang lagu yang diputar di bagian awal untuk membangkitkan semangat. Jangan lelah bekerja di ladang-Nya Tuhan  Roh Kudus yang b'ri kekuatan Yang mengajar dan menopang Kursus akan dimulai 10 hari lagi, tenggat waktu pendaftaran yang semula ditetapkan di akhir Januari ini diputuskan untuk diundur 1 minggu lagi.  Target peserta baru 1/2 dari yang diharapkan. Memang agak sulit untuk meminta dan mengajak calon peserta untuk terlibat dalam kegiatan ini. Pada umumnya hampir setiap orang yang diajak merasa tidak siap dan tidak mampu. Pertemuan tadi ditutup dengan optimisme bahwa masih ada waktu untuk menambah peserta. Masih ada banyak cara yang bisa dicoba...maka kami akan tidak  lelah.  

Seratus sebelas kata

KERJA                 Ketukan di pintu semakin bertambah keras bercampur dengan teriakan, “Wawannnn…bangun!!! Jangan enak-enakan saja, mandi, lalu cepat pergi cari kerja!”               Di depan pintu kamarnya yang masih tertutup, Wawan tegak berdiri, jantungnya berdetak sangat cepat dan tangannya terkepal. Sekuat tenaga Wawan berusaha menahan kemarahannya. Kegembiraan lulus ujian skripsi begitu cepat berlalu berganti dengan tuntutan ayahnya agar ia segera bekerja.      ---             Lampu lalu lintas berubah hijau. Di antara mobil dan motor yang mulai bergerak, seorang pengamen berkostum badut cepat-cepat menepi dan segera melepas topeng yang membuatnya merasa pengap tercekik. Tangannya yang satu masih memegang kaleng berisi uang receh dan lembar-lembar ribuan, ketika sebuah suara yang sangat ia k...

Tambah Satu

Karena semakin sering menonton drama Korea yang biasanya paling pendek terdiri dari 12 episode, saya jadi terbiasa mendengar kata-kata yang diucapkan.  Saya belum bisa Bahasa Korea tapi sudah cukup mahir Bahasa Inggris hanya perlu terus dilatih supaya tidak lupa. Maka saya selalu menonton drama Korea dengan takarir Bahasa Inggris. Dengan demikian saya belajar 3 bahasa sekaligus: bahasa Korea, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Terus terang saya tertarik dengan tulisan Korea atau Hangeul, penasaran ingin memahami dan bisa menuliskannya. Seminggu yang lalu, saya diberi buku Bahasa Korea Dasar oleh anak saya yang mengambil mata kuliah Bahasa Korea sebagai mata kuliah pilihan ketika dia studi. Tekad sudah ada, buku panduan sudah ada, buku tulis dan pensil untuk mulai belajar sudah ada, film-film Korea tinggal dilihat di layanan khusus penyedia streaming. Di akhir tahun saya ingin sudah bisa menonton drama Korea dengan takarir Hangeul. Tambahan resolusi yang tidak saya tuliskan di aw...

Pencarian

Saya pastinya terlambat membaca novel-novel karya Nicholas Sparks karena ada masa di mana saya tidak punya waktu untuk membaca dan pada saat itu begitu banyak novel karya Nicholas Sparks diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Novel Nicholas Spaks yang pertama saya baca adalah " A Bend in the Road" diterjemahkan menjadi "Pertemuan Nasib" yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2003. Kebiasaan buruk saya kalau membaca novel yang menarik adalah tidak akan berhenti sampai  di halaman terakhir novel itu. Itu yang terjadi ketika saya membaca "Pertemuan Nasib" dan novel-novel lain karya Nicholas Sparks yang secara khusus masih saya cari sampai sekarang.   Novel-novel Nicholas Sparks bagi saya sangat menarik karena mengajak pembacanya untuk mengenal banyak hal, di antaranya kota-kota di Amerika Serikat, berbagai profesi: sheriff, tentara, guru piano, arsitek, pengacara, dan pemadam kebakaran yang dideskripsikan dengan sangat menarik ketika to...

Sekolah Untuk Hidup

Beberapa tahun yang lalu, saya membuat program video tentang Hari Pangan Sedunia. Yang menarik dari setiap proses produksi video adalah kesempatan untuk belajar hal-hal baru. Untuk program video ini saya bisa mengunjungi sebuah tempat yang mengesan. Terletak cukup jauh dari Yogyakarta di tempat yang cukup terpencil, ada sebuah sekolah yang istimewa. Saya sebut istimewa karena sekolah ini berada di atas sebuah bukit dengan bangunan kelas yang terletak di tengah kebun-kebun yang ditumbuhi  berbagai jenis tanaman. Anak-anak yang belajar di sekolah ini sangat beruntung karena mereka mendapat kesempatan yang sangat cukup untuk membangun relasi dengan bapak-ibu gurunya. Sekolah ini adalah sekolah dasar yang di setiap kelasnya  jumlah muridnya berkisar antara  4 - 6 orang. Betapa mewahnya! Pastilah  setiap murid akan mendapat perhatian yang berlimpah dari bapak dan ibu gurunya  bila kita bandingkan dengan sekolah yang pada umumnya berisi 25 - 30 murid per kelasnya. Pen...

Apa Rahasianya?

Di salah satu bagian rak buku yang terletak di ruang keluarga saya,  berbaris cukup banyak majalah dan buku resep masakan. Selain mengoleksi novel dan buku-buku bertema pendidikan, budaya, dan sosial, saya selalu tertarik dengan berbagai buku resep. Saya ingat ketika masih di bangku SD - SMA,  saya  senang mencoba berbagai masakan baru yang resepnya bisa saya lihat di majalah GADIS atau koran KOMPAS dan seingat saya hasil coba-coba resep saya lumayan berhasil.  Kebiasaan untuk melihat  resep ketika masak terus berlanjut sampai sekarang. Ketika mulai menjadi ibu, yang harus cukup sering memasak,  satu-satunya cara  adalah dengan melihat buku resep karena perbendaharaan jenis masakan saya belum begitu banyak dan teknik memasak yang saya kuasai baru merebus dan menggoreng. Maka jadilah setiap kali memasak, selalu ada majalah atau buku resep yang akan saya taruh di meja dapur. Walaupun sudah masak puluhan kali, resep itu harus selalu ada. Dengan kemajuan t...

Titipan

Melintasi lapangan rumput persis lurus berhadapan dengan ruang kerja saya di kantor adalah bagian belakang bangunan sebuah kelompok bermain dan taman kanak-kanak. Setiap pagi dari hari Senin sampai dengan Jum'at, suara anak-anak berteriak, tertawa, dan menangis diselingi suara sabar dari ibu guru dan pengasuh mengisi jam-jam kerja saya di antara berbagai lagu dan suara penyiar dari radio saya. Yang selalu membuat ikut gembira pastilah kalau mendengar suara anak-anak bermain dan tertawa. Dari kursi tempat duduk, saya bisa membayangkan anak-anak itu sedang bergembira mengeksplorasi dunianya. Tapi hidup  tidak selalu berisi hal-hal yang menyenangkan dan menggembirakan. Terselip di antara suasana ceria itu hampir setiap hari adalah suara tangisan satu-dua anak yang biasanya lama baru akan berhenti.  Saya mengira mereka sedang tidak betah berada di tempat itu atau sedang kangen kedua orang tuanya. Kalau sudah begitu saya biasanya akan mengeraskan volume radio saya supaya tidak haru...

Tamu Tak Diundang

Ada kupu-kupu berwarna coklat hinggap di pintu depan rumah tadi sore, menurut kepercayaan orang-orang seusia saya, ini pertanda akan ada tamu istimewa yang membawa rejeki. Komentar ini juga yang saya katakan kepada suami saya sebelum saya masuk ke rumah. Suami saya segera  mengamini. Saya kemudian berada di ruang keluarga. Saya sedang  menonton drama televisi Korea Selatan berjudul "Tunnel". Ada 16 episode yang ingin saya tonton selama akhir pekan saya. Jadilah saya menonton 8 episode di hari Sabtu dan 8 berikutnya di hari Minggu ini.  Karena menonton untuk waktu yang cukup lama, rata-rata 1 episode berdurasi 1 jam, maka saya menonton sambil berbaring di kasur yang diletakkan di atas lampit. Asyik menonton, saya merasa kasur saya agak sedikit menjauh dari tembok, maka saya menggeser kasur itu. Saat menggeser saya mendengar suara mendesis yang tidak biasa. Saya belum begitu memperhatikan, maka saya menggeser lagi kasur itu dan kembali mendengar suara mendesis. Saya duduk d...

Sempurna

  "I saw that you were perfect, and so I loved you. Then I saw that you were not perfect and I loved you even more."  Angelita Lim Kutipan di atas saya baca di sebuah iklan cincin pertunangan di instagram.  Kutipan yang menarik hati saya.  Saya mengira kita semua punya pasti punya "kriteria" tertentu ketika kita memilih pasangan hidup kita. Kalau ternyata belum pas dengan yang kita harapkan, maka sering ada yang akan mengatakan, "bukan tipe saya". Tapi sungguhkah ada seseorang yang memang sempurna 100% seperti yang kita harapkan? Seorang teman saya yang sangat "gemes" ketika melihat ada temannya yang "menyeleksi" begitu ketat calon yang diharapkan menjadi pasangan hidupnya sampai berkomentar harusnya teman saya itu mengangkat dan mengasuh seorang bayi sampai besar supaya menjadi 100% seperti yang diharapkan. Setiap orang berasal dari  latar belakang yang berbeda. Ketika dua orang memutuskan untuk menikah,  pasti ada hal-hal yang perlu d...

Gogyoshi

Saya mulai belajar menulis ketika punya banyak waktu luang  di masa pandemi. Di bawah ini adalah puisi 5 baris yang rencananya saya kirim untuk antologi Gogyoshi dengan tema spiritualitas. Saya terlupa mengirim dan akhirnya melewati tenggat waktu yang ditetapkan. Agak suram kedua puisi ini.  BERSERAH Kata-kata hilang suara Tenggelam dalam senja Di antara temaram lilin dan bunga Tertunduk bersimpuh  Terjadilah padaku seturut kehendak-Mu Sendangsono, November 2018   SESAL Ribuan hari yang sudah kujalani Membuatku tertunduk malu karena mengabaikan-Mu Tidak terhitung lagi keliru dan salahku  Aku sungguh ingin… Terlahir baru mengalahkan aku yang dulu  Yogya, Maret 2020

Someone still love you

Di kamar kerja saya ada sebuah compact radio kaset CD compo SONY yang menjadi teman saya sejak tahun 1998. Sama umurnya dengan usia anak saya yang kedua. Pada mulanya, radio ini dibeli untuk keperluan sebuah proyek tentang media dan kebudayaan. Saya bertugas di bagian sekretariatnya. Ketika proyek selesai, saya bisa memakai radio itu karena ditinggal di sekretariat dan beruntung karena masih berfungsi dengan baik sampai sekarang.   Setiap pagi hal pertama yang saya lakukan ketika masuk ruang kerja saya adalah menyalakan radio itu. Baru setelah itu saya mulai bekerja. Radio yang saya sukai adalah Radio Delta FM. Saya tidak persis ingat kapan, tetapi setelah berganti beberapa gelombang radio, saya tidak pernah berpindah dari radio tersebut. Tentu saja sudah berganti-ganti penyiar yang saya dengar suaranya selama hampir 20 tahun,  tetapi satu hal yang sangat saya nikmati adalah banyak informasi yang bisa saya dapat dari radio tersebut. Berbagai berita terbaru yang hanya berita da...

Memento

Mulai Senin kemarin saya berangkat berjalan kaki lebih pagi. Udara lebih dingin, suasana masih gelap dengan lampu-lampu  yang masih bernyala dan jalanan yang lebih lengang. Tetapi tetap satu dua orang yang berpapasan jalan, menyapa saya dengan senyuman mereka.  Entah kenapa saya tiba-tiba teringat pengalaman saya berjalan kaki di sebuah tempat yang jauh dari rumah. Tahun 2008 saya bertugas mewakili kantor untuk sebuah LSM Internasional di 6 distrik di Nanggroe Aceh Darussalam. Untuk transportasi sehari-hari, disediakan mobil yang bisa mengantar kami dari mess ke kantor atau ke tempat lain dengan terlebih dahulu melaporkan jadwal kami sebelumnya kepada penanggung jawab program dan transportasi.  Saya menjadi semacam koordinator untuk tugas ini dan bertanggung jawab untuk beberapa kelompok yang bergantian berangkat sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati bersama. Ada seorang teman yang selalu berangkat bersama karena kami berdua tim inti.  Teman saya ini unik dan se...

The Notebook

Di bulan Desember 2021 yang lalu saya menonton lagi film "The Notebook" yang diangkat dari novel karya Nicholas Spark dengan judul yang sama. Sebuah film drama percintaan romantis yang berkerangka cerita penyakit alzheimer yang dialami tokoh utamanya.  Membaca novel dan menonton filmnya adalah dua pengalaman yang berbeda, tetapi keduanya mengajak saya untuk memperhatikan khusus tentang penyakit alzheimer. Membaca buku dan menonton film tentunya juga berbeda dengan bertemu langsung dengan seseorang yang mengalami alzheimer demensia atau yang sering juga disebut  pikun.  Pagi tadi saya mendapat tugas untuk mewawancarai seorang narasumber untuk sebuah program profil lembaga. Sebelum berangkat, saya sudah mendapat pesan bahwa bapak narasumber sudah tidak ingat banyak hal, maka beliau akan bersama dengan istrinya ketika dishooting wawancaranya. Saya berdiskusi dengan teman yang menjadi penata kamera, dan kami sepakat untuk mengurangi pertanyaan dan lebih meminta bapak tersebut...

Wanted: iron woman!

Tumpukan baju bersih yang sebelumnya menggunung di keranjang cucian baru saja selesai saya setrika. Rasanya lega dan gembira. Agak berlebihan sepertinya karena sebetulnya tidak ada yang istimewa tentnag menyetrika. Tapi bagi saya sendiri, tugas menjadi iron woman  punya tempat khusus di antara rangkaian pekerjaan rumah tangga yang biasa dikerjakan seorang perempuan. Saya biasa mencuci dua hari sekali untuk menghemat air dan listrik. Tidak sungguh-sungguh mencuci sebetulnya karena saya memakai  mesin cuci, tapi saya kira ini adalah bentuk mencuci pakaian yang umum pada jaman ini. Cara lain yang lazim dilakukan sekarang adalah membawa tumpukan baju kotor ke jasa pencucian baju dan sim-salabim, dua atau tiga hari kemudian baju sudah kembali rapi wangi tersetrika. Di Yogyakarta yang juga terkenal  sebagai kota pelajar,  jasa pencucian baju atau umum dikenal dengan sebutan laundry tumbuh dengan sangat cepat hampir 15 tahun belakangan ini. Pada mulanya jasa ini hanya ...

Tiga Botol Bir

Sebagai koordinator kursus, tugas saya adalah memastikan kelancaran jalannya kursus. Dan itu bisa berarti apa saja. Pagi tadi peserta yang dibagi menjadi 4 kelompok melaksanakan shooting film pendek mereka. Begitu datang saya langsung membantu mencetak naskah dan  breakdown script   yang berfungsi sebagai guiding supaya shooting bisa berjalan efisien.  Sementara masih mencetak naskah, karena ada 4 kelompok produksi, seorang frater datang menanyakan botol untuk property   yang diperlukan untuk naskah film pendeknya. Botol yang diminta botol bir, jumlahnya 3. Saya langsung  ingat ada 3 botol bir di rumah. Selesai mencetak, saya langsung pulang ke rumah untuk mengambil dan membawa ke-3 botol itu ke kantor.  7 tahun yang lalu di Daerah Istimewa Yogyakarta, terbit peraturan pembatasan penjualan minuman beralkohol di mini market. Sejak keluarnya peraturan itu cukup sulit untuk bisa membeli bir, padahal kalau ada acara di kantor, bir selalu ada untuk "happy hour"...

Selagi Menunggu

Menunggu sebetulnya hampir menjadi keseharian hidup manusia. Mungkin kalau suatu kali kita sempat merenung dan merefleksikan, hidup kita sebenarnya  adalah perjalanan menunggu kematian. Entah pendek atau panjang hidup kita, hampir di setiap saat hidup kita ada sesuatu yang kita tunggu. Ketika masih anak-anak kita menunggu untuk menjadi remaja, ketika remaja kita menunggu menjadi dewasa, ketika sudah dewasa kita menunggu menjadi tua dan seterusnya. Di setiap tahap menunggu, bisa terjadi kita berada dalam berbagai ragam suasana hati. Dalam perjalanan saya dari rumah ke kantor, setiap hari  saya melihat pemandangan yang sama. Beriringan dengan motor saya, seorang Bapak menarik gerobak sampah dan di belakangnya ada 2 anak perempuan yang berjalan dalam diam. Anak perempuan yang lebih besar selalu berjalan di sisi kanan, sedangkan adiknya berjalan di sisi kiri. Satu kebiasaan baik yang saya pelajari juga dari kedua orang tua saya bahwa yang lebih besar selalu harus menjaga yang lebi...

Pujian Itu Racun

Mengakhiri kursus hari ini, saya meminta peserta  untuk mengisi lembar evaluasi penyelenggaraan. Ada 4 pertanyaan yang perlu dijawab peserta, yaitu: apa yang mereka dapat, apa yang mereka sukai, apa yang tidak mereka sukai, dan rencana setelah kursus. Saya mengatakan kepada peserta bahwa evaluasi akan disampaikan kepada Kampus mereka sebagai laporan dan menjadi masukan berharga untuk penyelenggaraan kursus di tahun-tahun mendatang. Untuk itu saya meminta mereka memberi jawaban yang jujur. Membaca sekilas apa yang ditulis peserta, saya merasa senang karena pesan saya disimak dengan baik. Selain banyak hal-hal positif dan bagus yang mereka tuliskan, ada beberapa catatan penting yang perlu mendapat perhatian untuk segera ditindaklanjuti. Selama ini dalam hal akomodasi, saya sendiri masih merasa belum bisa maksimal mempersiapkannya dan  persis ini yang ditulis seorang peserta yang mengatakan dengan lugas: kamar kotor, lingkungan kotor.  Saya sudah terbiasa menerima hal-hal ya...

Di mana Saja

Hari ini saya tidak melewati jalur jalan pagi yang biasa. Sejak hari Senin saya menjadi koordinator sebuah kursus yang diadakan selama 8 hari. Menjadi koordinator berarti saya harus datang lebih pagi untuk mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kursus. Sebetulnya saya sudah punya rencana agar kegiatan jalan pagi tetap bisa saya lakukan. Tetapi khusus hari ini memang ada hal lain yang harus saya kerjakan di pagi hari sehingga tidak ada waktu untuk berjalan kaki. Untungnya saya bekerja di kantor yang terletak di kawasan yang cukup luas, sekitar 2,8 hektar  dan  cukup untuk berjalan kaki 4.000 langkah. Maka jadilah saya hari ini beberapa kali berjalan berkeliling kawasan kantor saya untuk mencapai target saya tersebut. Desain lanskap kantor saya dibuat dengan mengikuti letak tanaman yang tumbuh di atasnya. Pimpinan saya yang dahulu adalah pencinta lingkungan sejati yang tidak ingin ada pohon yang ditebang. Kawasan yang sebagian besar dipenuhi bambu  diseling...

Gambang Suling

Sudah hampir jam 12 malam, dari rumah saya masih jelas terdengar suara gamelan dari seberang Kali Boyong. Kelompok jathilan dari Desa Kancilan sudah beberapa waktu belakangan ini mulai berlatih lagi.  Bagi yang belum mengenal tari Jathilan, saya mengutip Kompas.com tanggal 19 Mei 2019: Jathilan adalah tarian tertua di tanah Jawa. Biasa sering disebut juga Jaran Kepang. Jathilan sendiri berasal dari dua kata dalam Bahasa Jawa, yaitu Jan yang artinya benar-benar dan thil-thilan yang berarti banyak gerak. Istilah ini umumnya lebih banyak digunakan oleh masyarakat di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dalam tari Jathilan, para penari terlihat mempertontonkan banyak aksi yang menyimbolkan kegagahan seorang prajurit di medan perang. Mereka bergerak bak aksi menumpas musuh dengan pedangnya sambil menunggang kuda yang berderap kencang. Namun dalam aksinya, penari jathilan tidak menunggang kuda sungguhan, melainkan kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu atau kulit binatang yang dibuat ...

Masih Ada dan Berkobar

                Sejak pandemi covid-19 menyerang dunia, satu-satunya hal     yang bisa saya lakukan adalah patuh menjalankan protokol kesehatan. Sangat sederhana memang tapi pada saat itu belum terpikir hal lain yang bisa saya lakukan untuk membantu pencegahan semakin tersebarnya virus covid-19.   Langkah kecil saya  dan keluarga lewat tindakan sederhana ini membuahkan hasil. Sampai hari ini kami berempat masih dikaruniai kesehatan yang baik walaupun karena pekerjaan kami masing-masing harus tetap berinteraksi dengan banyak orang. Di pertengahan tahun 2020 bahkan saya harus beberapa kali melakukan perjalanan ke rumah di Cirebon karena Ibu dirawat di rumah sakit akibat jatuh dan terkena stroke. Ibu akhirnya pergi pada tanggal 4 Oktober 2020. Saya sedih sekali tetapi juga bersyukur karena beberapa kali boleh menemani Ibu karena ada kesempatan untuk bisa ke Cirebon karena hari kerja di kantor hanya 6 hari dalam 1 bu...

Ketinggalan Zaman?

Saya ingat dengan jelas salah seorang rekan kerja bertahun-tahun yang lalu pernah berkomentar begini, "Bu Elis ndak suka ikut mode ya Bu?" Waktu itu sedang "ngetrend" blouse a la cheongsams dan hampir semua perempuan yang saya temui memakai model ini dalam berbagai nuansa warna dan motif. Saya tertawa dan tidak menjawab komentar itu. Yang berkomentar kemudian menjadi tidak enak pada saya karena dia merasa sepertinya mengejek saya. Saya sendiri tidak marah dan malahan  merasa senang dengan komentar itu karena artinya rekan kerja saya itu memperhatikan keseharian saya. Memang akhirnya saya punya juga baju ini yang sayangnya tidak terlalu cheongsams, dan masa berlakunya nyaris habis karena sudah mulai muncul mode baju terbaru berikutnya.  Tidak hanya tentang pakaian, saya pernah diprotes anak saya karena ketika di sekolah Ibu gurunya bertanya siapa yang di rumah punya magic jar , hanya anak saya sendiri yang tidak bisa tunjuk jari karena memang di rumah saya belum memb...

Doa Malam

Menutup hari memeriksa diri... Saya masih sering mudah patah dan berlari-lari menjauh dari ke-Maha Baikan-Nya AJARI AKU Ajari aku patuh   Di setiap aku terjatuh Bukan berbagi keluh  Seolah bebanku yang terpenuh Sungguh ... aku harus tetap teguh Yogya, Oktober 2020      AKU DI SINI  Memang lebih mudah bagimu berpura-pura tidak mendengar Dan terus berlari menjauh dari jalan-Ku Entah kapan kalau kau terdiam lelah  Ingatlah… Aku menunggumu pulang, selalu… Yogya, Januari 2021

A Dearest Friend in my Journey of Life

Masih tentang berjalan kaki, saya hari ini ingin menulis di sini puisi saya tentang Ibu yang menemani saya di tahun-tahun hidupnya sampai berpulang di 4 Oktober 2020. TAHUN DEMI TAHUN   1972 Di ujung gang aku tak sabar Menanti titik kecil yang akan membesar Mewujud Ibu yang pulang dari pasar Membawakan roti gambang yang besar   1984 Di kelas yang rumit dengan aritmatika Menjelang akhir jam pelajaran  Melihat berulang jam tangan Makan siang Ibu yang terus terbayang    1998 Di kereta yang melaju kencang Ke Cirebon berempat kami sekarang  Desember untuk Natal bersama Bapak dan Ibu   2020 Di mobil yang bergegas melintas jalan tol Aku terdiam dalam kenangan Melepas Ibu yang pergi dalam tenang  Puisi ini dimuat dalam Buku 'Soneta Extravaganza: Jalan Kenangan Ibuku Volume 2" Aksi Swadaya Menulis KOSAKATAKITA  

Teman Seperjalanan

Sejak rutin berjalan kaki pagi hampir 1,5 tahun ini, saya menemukan  teman serperjalanan. Rumah saya teletak di sebuah kampung di mana sawah dan ladang masih banyak terbentang di sela-sela rumah asli dan rumah pendatang. Rute saya berbentuk persegi panjang sejauh 3500 langkah untuk  mengelilingi sawah dan ladang tersebut dengan pemandangan pedesaan yang indah dan khas  yang saya sukai.  Saya biasa berjalan kaki antara pukul 5 - 6 pagi. Kalau  saya keluar dari rumah saya jam 5.30, di ujung  gang, saya akan selalu bertemu dengan sepasang suami istri yang selalu berpakaian hitam. Mereka berdua adalah tetangga kantor saya yang memiliki rumah sekaligus kantor yang asri karena sang suami adalah seorang arsitek. Yang khas dari pasangan ini adalah mereka akan mengobrol sepanjang mereka melakukan  rutinitas jalan pagi. Sang suami bercerita banyak hal ditimpali komentar pendek-pendek dari sang istri. Mereka terlihat sangat menikmati kebersamaan mereka. Kami bias...

Kali Boyong

Kalau diingat-ingat perjalanan hidup saya sampai hari ini, berjalan kaki adalah bagian dari hidup saya.  Saat bersekolah mulai dari sekolah dasar sampai SMA, selain naik becak, transportasi umum yang banyak digunakan di Cirebon, saya lebih sering berjalan kaki dari rumah ke sekolah dan sebaliknya. Melanjutkan kuliah di Yogyakarta, saya masih tetap sering berjalan kaki, baik ke kampus, ke Gereja, atau ke pusat perbelanjaan. Mendapat pekerjaan sebagai  guru di STM Pangudi Luhur Muntilan, sayapun berjalan kaki juga  kemana-mana di kota kecil yang nyaman dan  tenang itu. Ketika kemudian saya pindah bekerja ke Yogyakarta, saya pun berjalan kaki menuju ke kantor saya.  Saya berjalan kaki untuk mencapai sebuah tempat. Jalur yang saya lalui pada umumnya adalah memang jalan yang dipakai untuk menuju ke tempat tersebut. Apakah ada jalur yang tidak umum?  Tahun 2004, saya mulai menempati rumah saya sendiri yang berseberangan letaknya dengan kantor saya. Ada sebuah kal...

Perjalanan

DI SEGALANYA Dan Kau membiarkanku Melewati jalan-jalan panjang berliku, berkelok, berbatu, licin, mendaki, dan terjal Berkawan hangat terik hujan, sepoi kencang angin, rintik deras hujan, juga gemuruh kelam badai  Agar aku…  Menemukan-Mu di segalanya SINGGAH Tanah basah Sepanjang kaki melangkah Membawa hati resah Bisakah sejenak singgah? Tuk bersimpuh diam dalam pasrah Agar menghilang keluh kesah Berganti kisah yang indah  

Bukan Resolusi Nobita

Tahun baru selalu datang satu paket dengan resolusi. Bagi sebagian besar dari kita, kata resolusi mungkin terdengar begitu formal, berat,  dan serius sehingga sering membuat kita kebingungan untuk menjawab ketika ditanya apa resolusi kita untuk tahun yang baru.  Kata resolusi sendiri mempunyai beberapa arti dan yang berkaitan dengan tahun baru berarti ketetapan hati. Nah, kalau berkaitan dengan hati, rasanya tidak terlalu sulit bagi kita untuk menemukan apa yang akan menjadi ketetapan hati kita ketika tahun baru datang menjelang. Saya, selama ini, berusaha merencanakan beberapa hal baru sederhana di tahun yang baru. Mengapa saya memilih yang sederhana? Jujur saya sering terlalu bersemangat seperti Nobita, "Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini, ingin itu banyak sekali..." Karena banyak sekali dan saya tidak punya kantong ajaib Doraemon,  akhirnya yang terjadi rencana tinggal rencana sebatas angan-angan.  Untuk tahun 2022, saya menetapkan 2 rencana besar yaitu...