A Dearest Friend in my Journey of Life

Masih tentang berjalan kaki, saya hari ini ingin menulis di sini puisi saya tentang Ibu yang menemani saya di tahun-tahun hidupnya sampai berpulang di 4 Oktober 2020.


TAHUN DEMI TAHUN

 

1972

Di ujung gang aku tak sabar

Menanti titik kecil yang akan membesar

Mewujud Ibu yang pulang dari pasar

Membawakan roti gambang yang besar

 

1984

Di kelas yang rumit dengan aritmatika

Menjelang akhir jam pelajaran 

Melihat berulang jam tangan

Makan siang Ibu yang terus terbayang 

 

1998

Di kereta yang melaju kencang

Ke Cirebon berempat kami sekarang 

Desember untuk Natal bersama Bapak dan Ibu

 

2020

Di mobil yang bergegas melintas jalan tol

Aku terdiam dalam kenangan

Melepas Ibu yang pergi dalam tenang 


Puisi ini dimuat dalam Buku 'Soneta Extravaganza: Jalan Kenangan Ibuku Volume 2" Aksi Swadaya Menulis KOSAKATAKITA

 

Comments

Post a Comment