Sempurna

 "I saw that you were perfect, and so I loved you. Then I saw that you were not perfect and I loved you even more."  Angelita Lim

Kutipan di atas saya baca di sebuah iklan cincin pertunangan di instagram.  Kutipan yang menarik hati saya. 

Saya mengira kita semua punya pasti punya "kriteria" tertentu ketika kita memilih pasangan hidup kita. Kalau ternyata belum pas dengan yang kita harapkan, maka sering ada yang akan mengatakan, "bukan tipe saya".

Tapi sungguhkah ada seseorang yang memang sempurna 100% seperti yang kita harapkan? Seorang teman saya yang sangat "gemes" ketika melihat ada temannya yang "menyeleksi" begitu ketat calon yang diharapkan menjadi pasangan hidupnya sampai berkomentar harusnya teman saya itu mengangkat dan mengasuh seorang bayi sampai besar supaya menjadi 100% seperti yang diharapkan.

Setiap orang berasal dari  latar belakang yang berbeda. Ketika dua orang memutuskan untuk menikah,  pasti ada hal-hal yang perlu disesuaikan tetapi ada hal-hal yang memang sebaiknya diterima sebagai kekayaan pribadi pasangan kita. Bagi saya sendiri rasanya lebih baik tidak menuntut agar pasangan kita  sepenuhnya mengikuti keinginan kita atau sebaliknya. Dalam proses ini kita belajar menerima, mencintai dan akhirnya bisa saling melengkapi untuk menjadi sempurna.



 



Comments