Selagi Menunggu

Menunggu sebetulnya hampir menjadi keseharian hidup manusia. Mungkin kalau suatu kali kita sempat merenung dan merefleksikan, hidup kita sebenarnya  adalah perjalanan menunggu kematian. Entah pendek atau panjang hidup kita, hampir di setiap saat hidup kita ada sesuatu yang kita tunggu. Ketika masih anak-anak kita menunggu untuk menjadi remaja, ketika remaja kita menunggu menjadi dewasa, ketika sudah dewasa kita menunggu menjadi tua dan seterusnya. Di setiap tahap menunggu, bisa terjadi kita berada dalam berbagai ragam suasana hati.

Dalam perjalanan saya dari rumah ke kantor, setiap hari  saya melihat pemandangan yang sama. Beriringan dengan motor saya, seorang Bapak menarik gerobak sampah dan di belakangnya ada 2 anak perempuan yang berjalan dalam diam. Anak perempuan yang lebih besar selalu berjalan di sisi kanan, sedangkan adiknya berjalan di sisi kiri. Satu kebiasaan baik yang saya pelajari juga dari kedua orang tua saya bahwa yang lebih besar selalu harus menjaga yang lebih kecil. 

Gerobak sampah yang ditarik Bapak ini kosong, saya mengira Bapak dan kedua anak perempuan ini sedang menuju sebuah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk bekerja di sana. Saya ingat bahwa sebetulnya anak-anak di bawah umur belum boleh bekerja, tapi mungkin Bapak ini merasa lebih aman membawa kedua anaknya ikut bekerja. Sebetulnya juga usia kedua anak perempuan itu adalah usia anak sekolah, tapi bisa jadi tidak cukup tersedia uang untuk bersekolah.

Bagi saya, bapak dan kedua anak perempuan yang selama hampir 3 tahun selalu saya lihat mengajak saya untuk belajar satu hal. Saya hampir yakin mereka pasti menginginkan hidup yang lebih baik. Bapak berhenti memulung sampah dan anak-anak perempuan itu bisa bersekolah seperti anak-anak pada umumnya. 

Sambil menunggu hidup mengajak mereka ke perjalanan yang lebih baik, mereka, dari hari ke hari sabar menjalani apa yang ada di depan mata mereka, sesuatu yang nyata. Mungkin bagi kebanyakan orang apa yang mereka lakukan sesuatu yang tidak dipandang sebelah mata. Tetapi di tengah persoalan dunia tentang sampah yang belum ada jalan keluar yang menggembirakan, langkah sederhana dari bapak dan kedua anak perempuan ini setidaknya menyumbang walaupun kecil sedikit.

Selagi menunggu, apa yang kita lakukan?

Patience is not the ability to wait, but the ability to keep good attitude while waiting.
Joyce Meyer

















Patience is not the ability to wait, but the ability to keep good attitude while waiting

Comments