Pujian Itu Racun
Mengakhiri kursus hari ini, saya meminta peserta untuk mengisi lembar evaluasi penyelenggaraan. Ada 4 pertanyaan yang perlu dijawab peserta, yaitu: apa yang mereka dapat, apa yang mereka sukai, apa yang tidak mereka sukai, dan rencana setelah kursus. Saya mengatakan kepada peserta bahwa evaluasi akan disampaikan kepada Kampus mereka sebagai laporan dan menjadi masukan berharga untuk penyelenggaraan kursus di tahun-tahun mendatang. Untuk itu saya meminta mereka memberi jawaban yang jujur.
Membaca sekilas apa yang ditulis peserta, saya merasa senang karena pesan saya disimak dengan baik. Selain banyak hal-hal positif dan bagus yang mereka tuliskan, ada beberapa catatan penting yang perlu mendapat perhatian untuk segera ditindaklanjuti. Selama ini dalam hal akomodasi, saya sendiri masih merasa belum bisa maksimal mempersiapkannya dan persis ini yang ditulis seorang peserta yang mengatakan dengan lugas: kamar kotor, lingkungan kotor.
Saya sudah terbiasa menerima hal-hal yang kurang nyaman terdengar, yang menjadi pekerjaan rumah kemudian adalah bagaimana saya bisa menyampaikan kepada mereka yang bertanggung jawab supaya melakukan perbaikan. Belajar dari pengalaman bertahun-tahun, selalu ada kecenderungan untuk menanggapi masukan yang kurang enak didengar dengan memberikan berbagai alasan. Bahasa kerennya defend mechanisms (mekanisme pertahanan adalah strategi psikologis yang secara tidak sadar digunakan untuk melindungi seseorang dari kecemasan (anxiety). Adapun anxiety tersebut timbul dari pikiran atau perasaan yang tidak dapat diterima.
Menghindari perdebatan yang tidak perlu karena defend mechanisms, saya memilih untuk mencari cara menyampaikan masukan yang kurang enak didengar dengan bahasa yang halus sehingga tidak terasa seperti menyalahkan petugas yang bertanggung jawab. Biasanya saya bertanya apakah waktu untuk menyiapkannya kurang atau perlu tambahan tenaga. Jawaban dari petugas menjadi solusi untuk menyelesaikan kekurangan yang sudah terjadi. Cara ini memang lebih butuh waktu tetapi bagi saya lebih membantu untuk menjaga perasaan saya. Yang menerima masukan biasanya tidak akan marah dan cukup tanggap untuk segera memperbaiki kekurangannya.
Tentu saja kabar buruk dan kabar baik harus sama-sama diwartakan, maka saya juga akan dengan sangat gembira dan segera menyampaikan pujian ketika peserta ataupun tamu-tamu yang selesai berkegiatan di kantor kami dan mereka merasa sangat puas dengan fasilitas yang sudah disiapkan dan disediakan oleh rekan-rekan kerja saya.
Marek Kosniowski
Comments
Post a Comment