Tamu Tak Diundang

Ada kupu-kupu berwarna coklat hinggap di pintu depan rumah tadi sore, menurut kepercayaan orang-orang seusia saya, ini pertanda akan ada tamu istimewa yang membawa rejeki. Komentar ini juga yang saya katakan kepada suami saya sebelum saya masuk ke rumah. Suami saya segera  mengamini.

Saya kemudian berada di ruang keluarga. Saya sedang  menonton drama televisi Korea Selatan berjudul "Tunnel". Ada 16 episode yang ingin saya tonton selama akhir pekan saya. Jadilah saya menonton 8 episode di hari Sabtu dan 8 berikutnya di hari Minggu ini.  Karena menonton untuk waktu yang cukup lama, rata-rata 1 episode berdurasi 1 jam, maka saya menonton sambil berbaring di kasur yang diletakkan di atas lampit.

Asyik menonton, saya merasa kasur saya agak sedikit menjauh dari tembok, maka saya menggeser kasur itu. Saat menggeser saya mendengar suara mendesis yang tidak biasa. Saya belum begitu memperhatikan, maka saya menggeser lagi kasur itu dan kembali mendengar suara mendesis. Saya duduk dan mencoba mencari arah suara itu. Betapa kagetnya saya karena suara itu berasal dari benda hitam yang setelah saya perhatikan agak lama ternyata adalah ular yang menggulung. Saya langsung berdiri dan lari keluar memanggil suami saya yang segera masuk membawa tongkat dan sapu lidi.

Suami saya dibantu beberapa orang tetangga mencoba mengusir ular keluar dari rumah tapi akhirnya ular tidak bisa dikeluarkan dari rumah dalam keadaan hidup karena menyerang. Saya berdiri jauh-jauh di pojok halaman,  tidak berani melihat karena masih kaget sekaligus bingung darimana datangnya ular itu. Sebelumnya pagi hari ruang keluarga itu saya bersihkan bersama suami saya, saya menyapu dan suami saya mengepel dan tidak ada apa-apa. 

Rumah kami memang sering kedatangan beberapa binatang, ada kodok, kadal, bunglon, dan tentu saja pasti ada cecak dan tokek. Di depan rumah kadang saya masih bisa melihat tupai melompat-lompat di pohon bambu, atau berang-berang di atas pagar pembatas dengan kali Boyong. Pernah ada seekor burung biru yang menabrak kaca jendela dan jatuh lalu saya obati lukanya. Tapi kemasukan ular tadi sore tidak saya harapkan. 

Sambil menulis saya berandai-andai,  saya sebetulnya persis berada di samping ular itu yang bisa langsung menggigit, tapi itu tidak terjadi.  Karena itu saya sangat bersyukur karena saya beruntung. Mungkin itu arti kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah. Tamu istimewa itu adalah perlindungan dari Tuhan. 

TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.
Mazmur 121: 7-8


Comments

Post a Comment